Pop Criterion

Nadia Sabila | Mata Kuliah Produksi Cetak & Online

Sindir ‘Feminist Washing’, Festival Film Cannes 2026 Pajang Poster Klasik ‘Thelma and Louise’

Festival Film Cannes 2026 resmi memperkenalkan identitas visual terbarunya tahun ini. Sebuah poster hitam-putih ikonik yang menampilkan cuplikan film klasik tahun 1991, Thelma and Louise, dipilih untuk memajang esensi sinema dunia sekaligus menetapkan nada (tone) festival tahun ini.

Poster tersebut memperlihatkan duo karakter utama, Thelma dan Louise, yang sedang duduk di atas dasbor mobil bak terbuka. Ekspresi wajah keduanya memancarkan campuran rasa tidak peduli, pembangkangan, dan tekad yang kuat dengan sebuah visual yang menangkap esensi kebebasan, persahabatan, dan emansipasi perempuan.

Simbol Perlawanan yang Belum Usai
Pemilihan film karya sutradara Ridley Scott ini dinilai sangat relevan dengan kondisi industri sinema global saat ini. Thelma and Louise mengisahkan tentang dua perempuan yang melarikan diri dari dunia yang tidak memberi ruang bagi mereka, memilih jalan hidup sendiri dengan syarat dan ketentuan yang mereka buat sendiri.

Meskipun film ini sempat diprediksi akan mengubah lanskap Hollywood dengan membuka jalan bagi lebih banyak film jalanan (road movies) atau film buddy yang dibintangi perempuan, pada kenyataannya perubahan berjalan sangat lambat. Masalah budaya patriarki yang mendidik anak laki-laki menjadi sosok yang “brutal” demi maskulinitas, serta mendidik anak perempuan untuk selalu “terlalu ramah dan sopan”, dinilai masih mengakar kuat hingga kini.

“35 tahun setelah Thelma and Louise pertama kali ditayangkan, penghormatan ini menjadi pengingat bahwa cerita yang kuat tidak akan pernah menua. Perempuan-perempuan pelopor yang pemberontak ini masih menyuarakan pertanyaan mendesak yang sama hingga hari ini,” tulis panitia festival.

Dikritik sebagai ‘Feminist Washing’
Namun, langkah panitia Cannes tidak lepas dari kontroversi. Pilihan poster ini justru memicu kritik tajam dari komunitas aktivis gender di industri film, salah satunya 50/50 Collective.

Kelompok yang mengampanyekan kesetaraan gender dalam sinema tersebut menuduh Festival Film Cannes melakukan tindakan feminist washing dengan sebuah taktik menggunakan simbol-simbol feminisme hanya sebagai kosmetik untuk membangun citra positif, tanpa ada aksi nyata di baliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *